Pages

Tuesday, April 9, 2019

Kisah Pilu TKI Korban Trafficking di Suriah, Diacuhkan KBRI Hingga Diperkosa

Alih-alih mendapat perlindungan dari saudara sebangsanya, EH justru mendapat perlakuan tak baik dari oknum pejabat KBRI Suriah.

"Di sana saya mendapat perlakuan tidak enak dari orang Kedutaan. Di sana saya baik-baik minta pertolongan. Tapi apa jawabannya di sana? Malah mencaci maki saya. Menghina saya dan memulangkan saya ke agen," ucap EH dengan suara bergetar.

EH lantas menirukan percakapannya dengan oknum pejabat KBRI Suriah berinisial KH. Meski mendapat respons kurang baik, EH tetap mengadukan nasibnya yang tidak pernah digaji selama tiga bulan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Suriah.

"Tidak digaji tapi tubuh kamu kan sehat, tidak kena pukul, tidak kena apa," kata EH menirukan omongan oknum pejabat KBRI Suriah yang dimaksud.

EH berharap, KBRI Suriah bisa membantu membawanya pulang ke Tanah Air. Atau setidaknya memberikan bantuan agar dirinya mendapatkan pekerjaan yang layak di Suriah.

"Enak saja. Kamu ingin pulang? Kalau ingin pulang tidak usah akting gitu deh. Kalau ingin pulang bisa tidak kamu ganti uang 8.000 dolar. Tahu tidak 8.000 dolar itu berapa? Rp 100 juta lebih. Kalau kamu bisa ngadain uang segitu saat ini juga, detik ini juga, kamu bisa pulang ke Indonesia," ujar EH kembali menirukan.

Oknum pejabat KBRI Suriah itu, kata EH, mengaku tidak memiliki wewenang mengurus kepulangannya atau membantu mencarikan pekerjaan yang layak. Bahkan oknum tersebut menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo bosan mengurus WNI di Suriah.

EH dinilai sama seperti beberapa WNI yang telah dideportasi dari Suriah dan Irak karena disinyalisasi hendak bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

"Jokowi saja sudah capek mengurusi orang-orang seperti kamu. Sudah dipulangkan, sudah tahu negara konflik, tetap saja datang lagi," katanya menirukan.

"Tapi kan Pak saya baru pertama, saya tidak tahu apa-apa, Pak," ucap EH membela.

"Halah itu mah alasan saja. Jokowi itu teh sudah lelah, sudah capek, ngurusin TKW-TKW yang tidak tahu diri. Sudah dipulangin masih saja datang. Alasan saja," ujarnya kembali menirukan.

Hingga akhirnya oknum tersebut memilih menghubungi agen yang mengirimkan EH ke Suriah. Padahal EH sudah memohon agar tidak dikembalikan ke agennya karena takut tidak mendapat solusi tapi justru perlakuan kasar.

"Saya bisa apa? Kamu kan dari negara kamu dijual. Sedikit pun kamu nerima uang, ya harus terima, resiko. Mau dipukul, mau hidup, mau mati. Intinya kamu itu dijual. Saya tidak bisa apa-apa," katanya menirukan oknum pejabat KBRI.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2G3b36t

No comments:

Post a Comment