Pages

Sunday, March 31, 2019

Bukan di Jakarta All New Suzuki Ertiga Berjaya

All New Ertiga Suzuki Sport tampil lebih agresif dan sporty dengan sebelas pembaruan fitur. Pada bagian eksterior, All New Ertiga Suzuki Sport dilengkapi tambahan body kit, seperti Upper & Lower Front Grille, Front Under Spoiler, Side Under Spoiler (Right & Left), Rear Upper Spoiler dan Rear Under Spoiler.

Penambahan tersebut dilengkapi Emblem Suzuki Sport di buritan yang semakin memperkuat citra sporty pada mobil ini.

Selain itu, untuk meningkatkan keamanan saat berkendara, terdapat Daytime Running Light (DRL) LED Lamp dan defogger untuk membantu penglihatan pengendara saat cuaca buruk. Parkir pun lebih mudah dengan tambahan fitur Rear Camera Parking yang disematkan pada All New Ertiga Suzuki Sport.

Tampilan interior All New Ertiga Suzuki Sport juga semakin sporty dengan New Color Dashboard dan New Color Seat Materials bernuansa hitam di seluruh bagian dasbor, jok, installation panel dan trim door.

Ertiga Sport dibekali head unit touch screen 6,8 inci dengan garnish I/P center memberikan akses hiburan melalui fitur-fitur yang terintegrasi pada gawai pengemudi, seperti seperti Web Link, Radio (AM/FM), MP3, WMA, USB, Waze, Spotify, Bluetooth Audio, dan Bluetooth Phone Call.

All New Ertiga Suzuki Sport dilengkapi AC Auto Climate digital untuk memudahkan pengemudi mengatur suhu di dalam kabin.

Sama seperti versi sebelumnya, fitur keamanan All New Ertiga Suzuki Sport dilengkapi dengan platform HEARTECT, Electronic Stability Programme (ESP©), Hill Hold Control (AT), TECT Body, ISOFIX, Anti-Lock Braking System (ABS) & Electronic Brake Force Distribution (EBD), Dual SRS Airbags, Side Impact Beam, Child Proof Door Lock, Immobilizer dan alarm.

All New Ertiga Suzuki Sport hadir dalam tiga pilihan warna bernuansa monokrom, yaitu Cool Black, Metallic Magma Grey dan Pearl Snow White.

Penulis: Nazarudin Ray

Sumber: otosia.com

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2CLgUwp

Komunitas Unik Ini Anggotanya Hidup Miskin Demi Pakaian Branded

La Sape tentu bukan tradisi asli yang berasal dari Kongo, asal-usulnya juga simpang siur dengan berbagai cerita yang berbeda-beda.

Kongo pada masa kolonial Prancis, terdapat tuan tanah yang memberi upah kepada buruhnya berupa pakaian, yang menjadikan mereka menirukan gaya orang Prancis pada saat mereka dijajah.

Sedangkan menurut Hannah Rose Steinkopf-Frank dalam artikelnya yang berjudul La Sape: Tracing the History and Future of the Congo's Well Dressed Men, fenomena la Sape dibentuk oleh remaja asal Kongo yang pindah ke Paris, Prancis.

Remaja yang bernama Jean Marc Zeita itu membentuk perkumpulan imigran muda asal Kongo bernama Aventuries. Dalam Aventuries, para remaja meniru cara berpakaian orang Prancis, kemudian dibawa pulang ke kampung halaman.

Adapula yang beranggapan bahwa La Sape, dipopulerkan oleh Papa Wemba. Seorang musisi Kongo yang ingin tampil beda dari musisi lain. Oleh karena itu ia sering belanja ribuan dollar dan saat tampil bernyanyi ia selalu berpesan agar selalu tampil rapi dan bersih.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2V5zM0k