:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2763894/original/002844800_1553787348-OTT-KPK5.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak, mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat lembaga antirasuah itu membeberkan barang sitaan saat membeberkan operasi tangkap tangan, dimana salah satunya yang terciduk adalah, politisi Golkar Bowo Sidik Pangarso.
Dia mengklaim sikap KPK aneh, karena tak memperlihatkan barang sitaannya secara utuh. Khususnya, temuan amplop tersebut.
"Ini sangat aneh yak. Tradisi KPK pada saat konpers (konferensi pers) biasanya barang bukti ditunjukan lengkap, misalnya dalam OTT ada amplopnya, nah itu biasanya ditunjukin lengkap, nah ini kenapa tidak," ujar Dahnil di Media Center BPN, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3/2019).
Dia meminta agar lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu terbuka. Hal ini untuk menghindari fitnah bahwa apa yang dilakukannya terkait Pilpres.
"Itu menimbulkan kecurigaan banyak hal, ditambah lagi kan berseliweran informasi ada kode-kode terkait dengan Pilpres, sehingga tidak ditunjukan, saya pikir untuk menghindari fitnah, muncul praduga, ya KPK lakukan lah hal yang selama ini mereka lakukan saja," ungkap Dahnil.
from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2UiwCJz
No comments:
Post a Comment