:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2353784/original/024126300_1536312968-WhatsApp_Image_2018-09-07_at_16.30.44.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan serangan kepada dirinya di media sosial, dianggap biasa. Menurut dia, pihak Kepolisian juga sudah mengonfirmasi.
Diketahui, jagad media sosial diramaikan dengan kabar Erick Thohir diperiksa selama tiga jam di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya.
Dia diperiksa dalam kapasitas atas jabatannya sebagai Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait dugaan korupsi sosialisasi Asian Games 2018.
"Saya rasa sudah ada statement-nya, saya rasa yang namanya black campaign biasa, ya kan. Yang penting kan buktinya. Contoh bagaimana hal itu diangkat, saya enggak mau bikin statement, karena kita mesti menghormati hukum. Tetapi dari pihak Kepolisian langsung mengangkat itu tidak benar," ucap Erick usai memimpin rapat, di kantor TKN, Jakarta, Rabu (12/9/2018).
Dia menyayangkan hal itu terjadi. Pasalnya, tak mendidik masyarakat, dan justru menimbulkan kekisruhan, jika terus menggunakan kampanye hitam.
"Nah ini contoh yang sayang (isunya di media sosial) kalau tiba-tiba hal-hal ini terus terjadi (black campaign). Ini tidak mendidik dan akhirnya ada saling serang, dan akibatnya nanti enggak bagus," ungkap mantan Ketua INASGOC Asian Games 2018 itu.
from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2N4eNv3
No comments:
Post a Comment