:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370673/original/072707300_1538277814-20180929-Jejak-Keganasan-Tsunami-Palu--AFP-1.jpg)
Tsunami dipicu adanya efek gempa bumi megathrust. Ketika bagian besar dari kerak bumi berubah bentuk, bergerak secara vertikal di sepanjang patahan. Kondisi patahan akan memindahkan sejumlah air laut, yang akhirnya menciptakan gelombang yang dapat melaju dengan kecepatan tinggi.
Gelombang tsunami ini melintasi cekungan samudera, yang menyebabkan kehancuran kota yang berjarak puluhan mil dari pusat gempa. Yang terjadi pada tsunami Palu adalah timbulnya patahan (sesar) strike-slip.
Patahan tersebut membuat gerakan bumi sebagian besar horizontal. Gerakan semacam inilah yang biasanya tidak akan menciptakan tsunami.
"Tetapi dalam kondisi tertentu, bisa (sebabkan tsunami)," jelas Patton.
Patahan strike-slip mungkin punya sejumlah gerakan vertikal yang memunculkan gelombang tsunami. Dalam kasus tsunami Palu diperkirakan jarak pusat gempa ke Palu sekitar 70 mil. Patahan pun dapat melewati area yang mana dasar laut berupa naik atau turun.
Ketika patahan bergerak selama gempa, hal itu mendorong air laut menjadi gelombang tsunami besar.
from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2zHfO3D
No comments:
Post a Comment